Announcement

Download Buku Putih Syiah di sini
Diskusi Buku Putih Syiah di sini

#1 10th May 2012 23:23

alwiezain
Member
Registered: 7th May 2012
Posts: 1

Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Permulaan kebaikan dipandang ringan, tetapi akhirnya dipandang berat. Hampir-hampir saja pada permulaannya dianggap sekadar menuruti khayalan, bukan pikiran; tetapi pada akhirnya dianggap sebagai buah pikiran, bukan khayalan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa memelihara pekerjaan lebih berat dari pada memulainya

Memulai pekerjaan adalah sunnah, sedangkan memeliharanya adalah wajib

Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran dengan mu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya

Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal

Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatiaanmu (dari mengingat Allah SWT)

Tanyailah hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap

Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.

Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya seseorang tersembunyi dibawah lidahnya

Sesungguhnya hati memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliaannya. Sebab, jika hati itu dipaksakan, ia akan buta

Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang lebih besar dari pada panjang umur dan badan yang sehat

Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun tidak (sangup) menyembunyikan kebenciaan walau hanya sesaat.

Tiga hal yang menyelamatkan, yaitu; takut kepada Allah, baik secara diam-diam maupun terang-terangan; hidup sederhana, baik di waktu miskin maupun kaya; dan berlaku adil, baik diwaktu marah maupun ridha

Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi; (pertama) tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (kedua) tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah. (ketiga) tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh

Barang siapa yang dalam urusannya berada pada posisi tidak memikirkan akibatnya, maka dia telah menghadapkan dirinya pada musibah yang besar

Diantara taufik adalah berhenti ketika ragu

Diantara amal kebajikan yang paling utama adalah; berderma di saat susah, bertindak benar ketika sedang marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk menghukum

Kebajikan adalah apa yang dirimu merasa tenang padanya dan hatimu merasa tentram karenanya. Sedangkan dosa adalah yang jiwamu merasa resah karenanya dan hatimu menjadi bimbang

Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga

Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Allah ta’ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan

Janganlah engkau teregsa-gesa mencela seseorang karena dosanya. Sebab barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu

Jauhilah olehmu posisi mengemukakan alasan. Sebab, ada kalanya alasan justru menetapkan kesalahan terhadap orang yang berdalih itu, meskipun dia bersih dari dosa itu

Barangsiapa yang telah kehilangan keutamaan kejujuran dalam pembicaraannya, maka dia telah kehilangan akhlaknya yang termulia

Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara

Janganlah engkau merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, kedudukan teman seperti api, sedikitnya adalah kenikmatan, sedangkan banyaknya adalah kebinasaam

Sebaik-baik teman, jika engkau tidak membutuhkannya, dia akan bertambah dalam kecintaannya kepadamu, dan jika engkau membutuhkannya, dia tidak akan berkurang sedikitpun kecintaannya kepadamu

Ada kalanya perang terjadi karena satu kalimat, dan ada kalanya pula cinta tertanam karena pandangan sekilas

Perbuatan buruk yang menjadikanmu bersedih karenanya lebih baik di sisi Allah dari pada perbutan baik yang membuatmu bangga

Siapa yang memandang dirinya buruk maka dia adalah orang yang baik. Dan siapa yang memandang dirinya baik, dia adalah orang yang buruk.

Dicuplikkan dari “Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku: Kata-Kata Mutiara ‘Ali bin Abi Thalib”


Offline

#2 11th May 2012 15:12

Fatimah
Moderator
Registered: 7th May 2012
Posts: 156

Re: Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Imam Ali a.s berkata,

"Orang yang sangat jahat tidak akan mungkin memandang baik kepada siapapun, karena ia tidak melihat siapa pun kecuali dengan parameter dirinya sendiri."

[Ghurar al Hikam]

Imam Ali a.s : Jadikanlah ketaatan sebagai kesibukan dalam mengisi kehidupan sehari-hari. Salah satu keuntungan penting yang dapat kita raih dari ketaatan adalah petunjuk dari Allah SWT.


Imam Ali a.s : Jadikanlah islam sebagai kenikmatan yang paling pokok dan paling benar dalam kehidupan.

Last edited by Fatimah (11th May 2012 15:22)


"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu" (Imam Ali As)

Offline

#3 24th July 2012 09:54

thesunilaj
Member
Registered: 24th July 2012
Posts: 2

Re: Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

waah bagus nih, ijin copy.... makasih dah share..

Offline

#4 8th October 2012 23:52

Pengikut_Ahlulbayt
Member
Registered: 7th October 2012
Posts: 16

Re: Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Q : Wahai Imam, apakah hakikat perbuatan makar ?
A : Dia yang mengasah pedang akan terbunuh oleh pedangnya sendiri

Q : Wahai Imam, apakah hal yang paling berat untuk dilakukan di dunia?
A : Berkata pada atasanmu kalau kamu lebih layak memimpin daripada dia

Dikutip secara bebas dari "Tanya Jawab bersama Sayidina Ali bin Abi Thalib (as)"

Offline

#5 23rd October 2012 16:30

Fatimah
Moderator
Registered: 7th May 2012
Posts: 156

Re: Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Imam Ali a.s berkata, "Janganlah kamu pandang sama antara orang yang baik dan orang yang buruk, karena itu akan melemahkan semangat orang-orang yang suka berbuat baik dan memicu keberanian orang-orang yang berbuat jahat."
[Nahjul Balaghah]

Imam Ali a.s berkata, "Kelemah-lembutan itu kunci kesuksesan."
[Ghurar al Hikam]

Imam Ali as berkata :
"Sekalipun seseorang mengingat kematian namun bisa jadi ia tidaklah serius menyikapinya,Siapa yang PERCAYA bahwa ada hari dimana ia akan dipisahkan dari sahabat2nya hingga ia diletakkan didalam kubur serta akan mempertanggung jawabkan perbuatannya pada hari kiamat tanpa sedikitpun bantuan dari segala macam kekayaan dunia yang ia kumpulkan dan bahwa apa2 yang telah ia lebih dahulu kirimkan ( amal baik ) akan lebih berguna niscaya ia bersegera mengurangi segala keinginan duniawinya dan memperbanyak amal baiknya , SUNGGUH..HADIAH YANG PALING UTAMA BAGI SEORANG MUKMIN ADALAH KEMATIAN "


Imam Ali as berkata, “Tubuh yang besar dan kuat tidak bermanfaat pabila kalbu kosong.” (Ghurar al-Hikam : 63)


Imam Ali a.s : Aku diciptakan bukan untuk menyibukkan diri dengan makan dan minum seperti hewan ataupun menjadi terpesona oleh perhiasan dunia hingga tertawan olehnya. Sejatinya jiwa umat manusia itu seharga surga, maka janganlah engkau jual dengan begitu murahnya.


Imam Ali a.s : Wahai manusia, bertanyalah kepadaku sebelum kalian kehilangan aku. Sesungguhnya aku ini lebih mengerti jalan-jalan langit daripada jalan-jalan bumi. Bahkan, aku mengetahui sebelum bencana itu terjadi dan menghempaskan impian-impian umat ini.

Imam Ali a.s : Maut bagiku bukanlah tamu yang tak diundang dan asing. Perumpamaan antara aku dan maut, laksana lelaki yang haus yang menemukan air setelah lama mencari dan bagaikan seseorang yang menemukan kembali barang berharganya yang telah lama hilang.

Imam Ali a.s : Kejahilan yang paling besar ialah melawan yang kuat, bersahabat dengan ahli maksiat, dan mempercayai pengkhianat.

Imam Ali a.s : Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah kunci untuk mendapatkan hidayah, bekal untuk akhirat, kemerdekaan dari perbudakan, dan keselamatan dari segala kehancuran. Dengan bantuan pertolongan takwa, si pencari kebenaran akan meraih kemenangan, sementara orang yang bersegera menuju keselamatan akan selamat dan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Imam Ali a.s : Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmatku.

Imam Ali a.s : Mengapa kalian bergembira karena memperoleh dunia yang sedikit dan tidak bersedih karena kehilangan akhirat yang banyak.

Imam Ali a.s : Bertaqwalah kalian kepada Allah dengan ketaqwaan orang yang bila mendengar ayat-ayat Allah hatinya menjadi khusyuk, bila melakukan perbuatan dosa dia terus bertobat, bila ditakut-takuti akan siksa Allah dia cepat beramal, bila diperingatkan dia cepat-cepat sadar, bila diyakinkan hatinya dia terus berbuat baik, bila diberi nasihat dia terus mengambilnya nasihat itu, dan bila diingatkan dia terus waspada.

Imam Ali a.s : Dunia adalah kendaraannya seorang Mukmin, yang dengannya dia berangkat menuju Tuhannya. Maka, perbaikilah kendaraan kalian, niscaya ia akan menyampaikan kalian kepada Tuhan kalian.

Imam Ali a.s : Perhatikanlah baik-baik apa saja yang engkau katakan karena sesungguhnya engkau sedang mendiktekan kepada kedua penulismu (malaikat pencatat amal perbuatan baik dan buruk) sebuah buku yang keduanya akan menyampaikannya kepada Tuhanmu. Oleh karena itu, perhatikanlah atas apa yang kamu diktekan itu dan kepada siapakah engkau menulis.

Imam Ali a.s : Permusuhan diantara orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya, karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujjah dan peringatan, dan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.

Imam Ali a.s : Sesungguhnya aku telah membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Furqan. Kemudian kuambil satu kalimat sebagai intisari dari keempat Kitab Samawi tersebut. Aku ambil kalimat inti dari Taurat, Barangsiapa yang puas atas pemberian Allah (Qana`ah), maka dia akan selalu kenyang. Aku ambil kalimat inti dari Zabur, Barangsiapa yang mampu meninggalkan keinginan-keinginan nafsunya, maka ia akan selamat dari malapetaka. Aku ambil kalimat inti dari Injil, Barangsiapa yang taat, maka dia akan sukses. Dan aku ambil kalimat inti dari Al-Furqan, Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan selalu mencukupinya.” (Q.S. Ath-Thalaq: 3)

Imam Ali a.s : Kesempurnaan ikhlas adalah dengan menjauhi segala kemaksiatan.

Imam Ali a.s : Sesuatu yang paling agung yang turun dari langit adalah taufik, dan sesuatu yang paling agung yang naik dari bumi adalah ikhlas.

Imam Ali a.s : Jangan jadi orang yang tidak mempan nasehat kecuali setelah disakiti dengan kecaman yang pedas. Orang berbudi menerima nasehat berupa ucapan bijaksana tetapi hewan takkan mahu menerimanya kecuali dengan cambukan memedihkan.

Imam Ali a.s : Bersahabatlah dengan orang-orang yang selalu berbuat baik, niscaya kau menjadi salah seorang dari mereka. Jauhilah orang-orang yang berbuat jahat, niscaya kau terhindar dari akibat kejahatan mereka.

Imam Ali a.s : Jangan membuat kecewa orang yang telah berbaik sangka padamu, dan jangan melanggar hak saudaramu semata-mata disebabkan kau begitu yakin akan kuatnya hubungan dengannya. Seseorang yang selalu kau langgar haknya tidak akan rela menjadi saudaramu.

"Hai Ali, benarkah rezeki telah ditetapkan bagi setiap manusia?" "benar." "Lalu mengapa ada yg sangat miskin dan ada yg sangat kaya?" "Itu karena ada rezeki orang lain yang diambil secara sadar atau tdk sadar," jawab Ali.

"Hai Ali, apakah anda melihat Tuhan? "Mana mungkin aku menyembahNya bila tak melihatNya? "Lalu dimanakah Dia?"."Aku melihatnya dg matahati. Ia tak bertempat krn Dialah ada sblm tempat diciptakan"

"Hai Ali, mengapa anda berpindah dari tempat dg dinding retak ke tempat dg dinding tegak? Apakah anda menghindari takdir Allah?" "Aku berpidah dari takdir Allah ke takdir Allah lain," tegas Ali AS.

Imam Ali a.s berkata, "Sungguh mengherankan bagi orang yang binasa (celaka), padahal keselamatan itu ada bersamanya. Imam Ali a.s ditanya, “Apakah keselamatannya itu, wahai Amirul Mukminin?”. Beliau a.s menjawab, “Istighfar.”

"Imam Ali as berkata, "Sesungguhmya org2 miskin itu adalah UTUSAN ALLAH, maka brgsiapa yg tdk memberi mereka, maka sungguh ia tdk memberi kpd Allah. Dan brgsiapa yg memberi mereka, sungguh ia telah memberi Allah." (Nahjul Balaghah)"

Imam Ali a.s : Sesungguhnya bagi manusia, bila ia tidak mati hari ini, maka ia akan mati esok hari !

Imam Ali a.s : Orang yang sangat jahat tidak akan mungkin memandang baik kepada siapapun, karena ia tidak melihat siapa pun kecuali dengan parameter dirinya sendiri.

Imam Ali a.s : Membuktikan kebenaran kepada orang bodoh itu mudah, tetapi membuatnya menerima kebenaran itu susah.

Imam Ali a.s : Manusia di dunia ini terbagi menjadi dua yaitu yang pertama adalah mereka yang datang ke dunia ini dan menjual dirinya hingga menjadi budak. Yang kedua adalah mereka yang membeli dirinya di dunia ini dan menjadi­kannya merdeka.

Imam Ali a.s : Orang-orang yang bertakwa merasakan kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat. Mereka menikmati dunia bersama para pecinta dunia. Sementara pecinta dunia tidak akan merasakan kenikmatan akhirat bersama orang-orang yang bertakwa.

Imam Ali a.s berkata, "Orang yang paling keji dan jahat di antara kalian adalah mereka yang melakukan gunjingan dan menciptakan perselisihan di antara sahabat-sahabatnya serta membuka aib orang-orang yang baik ."

Imam Ali a.s : Andaikan kamu mengambil pelajaran dari usia yang engkau sia-siakan, maka pasti engkau akan menjaga yang tersisa dari usiamu.

Imam Ali a.s : Seluruh karunia itu datang dari Allah, tidak dari yang lain. Hanya orang yang memiliki iman tinggilah yang meyakini bahwa Allah sebagai Walinya. Jika engkau mampu meraih rezeki dari Allah tanpa perantara yang lain, lakukanlah. Yakinlah bahwa apa yang sangat sedikit dari Allah itu lebih agung dan lebih mulia daripada yang banyak dari makhluknya.

Imam Ali a.s : Selalulah memohon pertolongan kepada Allah sebelum engkau memilih pendapatmu sendiri. Yakinilah bahwa Dia yang akan memberimu taufiq. Jauhilah setiap keraguan walaupun sedikit, sebab itu akan menyeretmu pada kesesatan.

Imam Ali a.s : Lihatlah mukminin sebelum kalian, bagaimana mereka berhasil menghadapi bala dan cobaan. Renungkan, ketika tujuan dan keinginan mereka satu, mereka berhasil dalam menghadapi cobaan hidup. Dan lihatlah akibat mereka ketika mereka berpecah belah dan saling memerangi saudaranya yang lain. Allah telah melucuti baju kemuliaan dari badan mereka dan mencabut nikmatNya yang luas dari kehidupan mereka. Kisah mereka yang menyedihkan ini hendaknya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran.

Imam Ali a.s : Sesungguhnya perkataan orang-orang berakal, jika baik adalah obat namun jika salah maka ia adalah penyakit.

Imam Ali a.s : Wahai kaum mukmin ! Ilmu dan adab adalah nilai bagi jiwa kalian. Sebab itu, kerahkan usahamu dalam mencari ilmu. Setiap kali ilmu dan adabmu bertambah, maka kedudukan dan nilaimu juga akan bertambah tinggi, kerana engkau akan terbimbing menuju Tuhanmu. Dengan adab yang kau miliki, engkau bisa melayani Tuhanmu dengan lebih baik. Hamba yang beradab layak untuk menjadi wali dan dekat dengan Allah. Terimalah nasihat ini sehingga engkau selamat dari azab Allah.

Imam Ali a.s : Barangsiapa melupakan Allah, maka Allah menjadikannya lupa kepada dirinya sendiri bahkan Allah membutakan mata hatinya.

Imam Ali a.s : Janganlah kamu pandang sama antara orang yang baik dan orang yang buruk, karena itu akan melemahkan semangat orang-orang yang suka berbuat baik dan memicu keberanian orang-orang yang berbuat jahat.

Imam Ali a.s : Beruntunglah orang yang menyayangi manusia dan mereka pun menyayanginya karena ketaatannya kepada Allah.

Imam Ali a.s : Manusia yang sangat dibenci Allah adalah orang yang cita-citanya ingin memenuhi keinginan perut dan kemaluannya saja.

Imam Ali a.s : Hukuman yang paling berat di akhirat kelak adalah untuk pemerintah yang zalim dan ulama yang jahat.

Imam Ali a.s : Ketahuilah, sesungguhnya mengagumi diri sendiri adalah ber­lawanan dengan kebenaran. Sikap demikian akan mematikan cahaya dan ketajaman kalbu. Karena itu, hendaklah engkau berjuang dan jangan terlalu gemar menumpuk kekayaan. Bila keperluan pokok telah terpenuhi, infaqkanlah hartamu di jalan Allah.

Imam Ali a.s : Sungguh beruntung orang yang hanya beribadah dan berdoa demi Allah, tidak menyibukkan hatinya dengan apa yang dilihat matanya, tidak melupakan Allah dengan apa yang didengar telinganya dan tidak bersedih dengan kenikmatan yang diberikan kepada orang selain dirinya.

Imam Ali a.s : Barangsiapa yang mengenal dirinya ia tidak akan menghinakannya dengan hal-hal fana.

Org yg mengingatkanmu, sama spt org yg memberimu kabar gembira. ~ Imam Ali as, Nahjul Balaghah.

Imam Ali a.s : Takwa adalah satu-satunya obat bagi kejahatan hati. Takwa adalah cahaya Allah untuk menghilangkan kegelapan hati. Takwa adalah pengobat fikiran yang sakit. Takwa adalah satu-satunya jalan untuk memperbaiki kerusakan jiwa. Takwa menyucikan kesadaran dan mengembalikan cahaya bagi mata yang buta karena mengabaikan kebenaran

Imam Ali a.s : Buatlah dirimu terbiasa melakukan perbuatan baik dan bersabarlah untuk tidak membalas kejahatan sehingga ia menjadi kemuliaan bagimu. Kau akan beruntung di hari akhirat dan penghormatan untukmu akan bertambah.

Imam Ali a.s : Akal dan syahwat adalah dua hal yang saling berlawanan. Ilmu adalah pembantu akal dan nafsu adalah hiasan syahwat. Sedang jiwa merupakan rebutan keduanya. Jiwa akan berada di samping yang menang antara keduanya.


"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu" (Imam Ali As)

Offline

#6 24th April 2013 13:31

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Kata-Kata Mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib

Tujuh kunci kebahagiaan menurut Imam Ali bin Abi Thalib as:
1. Jangan membenci siapapun, sekalipun ada yg menyalahi hakmu.
2. Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak.
3. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada.
4. Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah.
5. Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah.
6. Tersenyumlah walaupun hati anda sedang menangis.
7. Jangan memutus doa utk saudara mukmin.

Offline

Board footer