Announcement

Download Buku Putih Syiah di sini
Diskusi Buku Putih Syiah di sini

#1 9th May 2012 14:43

ali
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 178

Dialog Ringan

Sugeng : Syiah menghalalkan Mut'ah?
Jamal : Ya. Semua nikah pada dasarnya adalah mut'ah. Coba liat sebagian ayat yang menjelaskan nikah, menggunakan kata istamta'tum. Lagi pula, tidak ada orang waraspun yang mau nikah utk tersiksa.

Sugeng : Lho itu kan ayat yg dijadikan Syiah sbg dalil ttg Mut’ah?
Jamal : Ya, tapi karena diharamkan, kami pun menjadikannya sbg dalil untuk nikah secara umum.

Sugeng : Ya, kami yakini ayat itu ttg nikah tak bejangka.
Jamal : Lho, semua nikah berjangka.

Sugeng : Tidak bisa!
Jamal : Bisa dan anda Ahlussunnah juga mempercayainya.

Sugeng : Apa dalilnya?
Jamal : Perceraian dan kematian adalah jangka akhir nikah. Karena itu, wanita yang diceraikan atau ditinggal wafat dibolehkan nikah lagi. Ini yang disepakati oleh seluruh ulama. Jadi, pada dasarnya.semua nikah adalah mut’ah dan semua nikah berjangka.

Sugeng : Tidak bisa!
Jamal : Kalau begitu, jangan nikah!

==========================================================



Sugeng : Syiah hanya shalat tiga waktu. Itu jelas sesat.

Jamal : Semua muslim meyakini 3 batas waktu, yaitu waktu terbit (syuruq), waktu tergelincir (zawal) dan waktu terbenam (ghurub).

Sugeng : Tapi, Syiah menggabungkan sahlat Zhuhur dan Asar juga Maghrib dan Isya’ dalam satu waktu.

Jamal : Ya, kalau digabungkan Zhuhur dan Asar, berarti hanya ada dua kemungkinan, pertama; shalatnya 8 rakaat; kedua: masing-masing empat rakaat.

Sugeng : Tapi kan jamnya shalat Zhuhur dan shalat Asar berbeda.

Jamal : Jam adalah penetapan waktu secara konvensional. Sedangkan waktu shalat mengacu  pada tiga batas waktu solar (matahari) sebagaimana ditetapkan dalam kitab-kitab fikih seluruh ulama Islam. Karena itu tidak bisa melakukan shalat Asar sebelum melaksanakan shalat Zhuhur kecuali bila  tidak tesisa waktu yg cukup utk shalat Zhuhur dan Asar.

Sugeng : Ya, yang jelas, orang-orang Syiah menggampangkan shalat dengan menggandengkan Maghrib dan Isya’.

Jamal : Ternyata memang Maghrib dan Isya’ memang disepakati bergandengan. Karena itu, keduanya disingkat “maghribain” (dua Maghrib) atau “Isya’ain” (dua isya’) dan zhuhrain (dua Zhuhur).

Sugeng : Ini jelas berbeda dengan fikih kami.

Jamal : Memang berbeda. Sebagian orang, termasuk Anda mengikuti standar  konvensional Greenwich. Sedangkan sebagian lain, teramasuk saya, mengikuti standar natural 3 batas waktu, yaitu syuruq, zawal dan ghurub.

Sugeng : Tidak bisa

Jamal : Bisa dan harus!


Sugeng : Orang-orang Syiah tidak menghormati sahabat Nabi, bahkan mencaci maki mereka.
Jamal : Syiah tidak akan mencaci sahabat.

Sugeng : Alaaah… Itu taqiyah.
Jamal : Syiah tidak akan mencaci sahabat karena dalam definisi umum, Ali bin Abithalib, Fathimah Zahra juga sahabat.

Sugeng : Mereka kan dianggap Ahlulbait...
Jamal : Mereka adalah keluarga (Ahlulbait) sekaligus sahabat.

Sugeng : Bukankah Syiah, dalam beberapa riwayatnya, mengecam para sahabat Nabi….?
Jamal : Benar sebagian Syiah mengecam sebagian sahabat Nabi.

Sugeng : Oh, itu… Mengecam sebagian sahabt Nabi tidak hanya dilakukan oleh Syiah. Sebagian ulama non Syiah juga melakukannya.

Sugeng : Tidak mungkin. Ulama kami sepakat untuk menganggap seluruh sahabat itu adil (udul).
Jamal : Sejauh yang saya ketahui, kebanyakan orang yang memanggil Nabi saat berada di kamar (al-hujarat) dikecam oleh Allah sebagai orang-orang yang “tidak berakal”. Dan semua ayat yang melaknat para pembohong dan ayat2 kecaman lainnya berlaku berlaku atas setiap manusia, termasuk sahabat Nabi.

Sugeng : Bisa aja!
Jamal : Emang bisa!

Sugeng : Ya, tapi kan ada riwayat dalam kitab Syiah yang mencaci sahabat-sahabat besar yang sangat kami hormati.
Jamal : wah, itu hanya satu riwayat. Toh dalam kitab riwayat non Syiah juga terdapat banyak riwayat yang menghina sahabat Nabi yang sangat kami hormati.

Sugeng : Mana mungkin?
Jamal : Mungkin dan ada, namun kami tidak menganganggap riwayat itu sebagai bukti bahwa mazhab anda mengecam para sahabat.

Sugeng : Dimana? Sebutkan.
Jamal : Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan sebuah riwayat bahwa ayat pengharaman mabuk saat shalat turun karena Ali bin Abi Thalib sedang shalat dalam keadaan mabuk. Telah menceritakan kepada kami Musaddad yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Atha’ bin As Saaib dari Abu Abdurrahman As Sulami dari ‘Aliy bin Abi Thalib “bahwa ada seorang laki-laki dari golongan Anshar memanggilnya dan Abdurrahman bin ‘Auf kemudian ia memberi mereka khamar sebelum diharamkan. Kemudian Ali mengimami mereka dalam shalat maghrib dan membaca “qul yaa ayyuhal kaafiruun” dan ia pun salah dalam membacanya. Maka turunlah ayat “janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan” [Sunan Abu Dawud 2/350 no 3671]

Sugeng : Mana mungkin?
Jamal : Memang tidak mungkin Syiah menganggap Ahlussunnah mencaci Ali bin Abithalib hanya karena sebuah riwayat yang tidak mu’tabar. Nah, tidak mungkin Ahlussunnah yang bijak menganggap Syiah mengecam sahabat Umar karena sebuah riawayat yang tidak popular dan mu’tabar.

by Muhsin Labib

http://www.facebook.com/notes/muhsin-la … 0660955730


Offline

#2 9th May 2012 14:48

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Dialog Ringan

Aku mencintai si A sampai AJAL memisahkan kita... bla2

... ini namanya nikah mut'ah, jangka waktunya sampe AJAL.... big_smile

Offline

#3 20th July 2012 19:45

Melechesh
Member
Registered: 28th June 2012
Posts: 25

Re: Dialog Ringan

Gan maaf, bs agak diperjelas kah yg soal shalat digandeng itu.
Misal zuhur & ashar, setau saya gandenginnya zuhur dulu 4 rakaat, salam.
lalu langsung lanjut ke ashar 4 rakaat, salam, finish. Iya kan?.
Nah disitu jg ditulis kemungkinan yg lain yakni gabung jd 8 rakaat, jd maksudnya bgmn gan tata caranya?

Dan sama saja kan sbgmn maghrib dan isya?
.

Offline

#4 23rd July 2012 18:28

ali
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 178

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

Gan maaf, bs agak diperjelas kah yg soal shalat digandeng itu.
Misal zuhur & ashar, setau saya gandenginnya zuhur dulu 4 rakaat, salam.
lalu langsung lanjut ke ashar 4 rakaat, salam, finish. Iya kan?.

sepertinya kalo "digabung" itu kurang tepat. Menurut fikih syiah, waktu sholat asar itu setelah mengerjakan sholat duhur begitu pula waktu isya. waktu isya itu setelah melaksanakan sholat maghrib


Melechesh wrote:

Nah disitu jg ditulis kemungkinan yg lain yakni gabung jd 8 rakaat, jd maksudnya bgmn gan tata caranya?

Dan sama saja kan sbgmn maghrib dan isya?
.

Wow, baru tau ini. Ditulis dimana?

Offline

#5 24th July 2012 10:37

Melechesh
Member
Registered: 28th June 2012
Posts: 25

Re: Dialog Ringan

lho,yg saya tau dibolehkan mengerjakan dua shalat sekaligus (dzuhur-ashar) pd waktu dzuhur?
dan maghrib-isya pd waktu maghrib?.
atau bs dikatakan istilahnya jamak taqdim, bukan?.

ohehe maaf gan saya salah faham.
maksud saya, kalimat percakapan diatas yg diaktakan Jamal ini:
"Jamal : Ya, kalau digabungkan Zhuhur dan Asar, berarti hanya ada dua kemungkinan, pertama; shalatnya 8 rakaat; kedua: masing-masing empat rakaat"
itu 8 rakaat pd kalimat tsb maksudnya yg dua shalat sekaligus dalam satu waktu itu kan gan? (contoh: mengerjakan shalat maghrib-isya di waktu maghrib)

Last edited by Melechesh (24th July 2012 10:41)

Offline

#6 24th July 2012 11:51

Fatimah
Moderator
Registered: 7th May 2012
Posts: 156

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

lho,yg saya tau dibolehkan mengerjakan dua shalat sekaligus (dzuhur-ashar) pd waktu dzuhur?
dan maghrib-isya pd waktu maghrib?.
atau bs dikatakan istilahnya jamak taqdim, bukan?.

ohehe maaf gan saya salah faham.
maksud saya, kalimat percakapan diatas yg diaktakan Jamal ini:
"Jamal : Ya, kalau digabungkan Zhuhur dan Asar, berarti hanya ada dua kemungkinan, pertama; shalatnya 8 rakaat; kedua: masing-masing empat rakaat"
itu 8 rakaat pd kalimat tsb maksudnya yg dua shalat sekaligus dalam satu waktu itu kan gan? (contoh: mengerjakan shalat maghrib-isya di waktu maghrib)

Begini...

Inilah tata cara Waktu Shalat Harian di syiah :

  • Waktu Shalat Subuh mulai terbitnya fajar sidik sampai terbitnya matahari.

  • Mulai terbitnya fajar sidik sampai munculnya rona merah di arah timur sebelum terbitnya matahari adalah waktu fadhilah(keutamaan) shalat subuh.

  • Waktu shalat Dhuhur dan Ashar mulai tergelincirnya matahari sampai magrib.

  • Waktu fadhilah(utama) shalat Dhuhur mulai dari saat tergelincirnya matahari sampai ketika bayang-bayang segala sesuatu mencapai panjang bendanya dan waktu fadhilah shalat ashar adalah setelah menyelesaikan shalat Dhuhur(atau ketika bayang-bayang segala sesuatu mencapai panjang dua kali lipat panjang bendanya

  • Waktu Shalat Magrib dan Isya' mulai saat hilangnya rona merah dari arah timur sampai pertengahan malam

  • Waktu Fadhilah Shalat Magrib mulai dari hilangnya rona merah di arah timur sampai saat hilangnya rona merah di arah sebelah barat dan waktu fadhilah shalat Isya dari saat hilangnya rona merah di arah barat sampai sepertiga malam.

Jadi tidak ada yg namanya sholat fardhu 8 rakaat...
sederhananya menurut kami, misal : shalat ashar dimulai beberapa saat setelah shalat dhuhur dilakukan... mudah2an anda paham

Last edited by Fatimah (24th July 2012 11:52)


"Jangan mengkritik orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi kritiklah orang berakal, karena dia akan mencintaimu" (Imam Ali As)

Offline

#7 24th July 2012 13:02

luther
Member
Registered: 24th July 2012
Posts: 5

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

lho,yg saya tau dibolehkan mengerjakan dua shalat sekaligus (dzuhur-ashar) pd waktu dzuhur?
dan maghrib-isya pd waktu maghrib?.
atau bs dikatakan istilahnya jamak taqdim, bukan?.

ohehe maaf gan saya salah faham.
maksud saya, kalimat percakapan diatas yg diaktakan Jamal ini:
"Jamal : Ya, kalau digabungkan Zhuhur dan Asar, berarti hanya ada dua kemungkinan, pertama; shalatnya 8 rakaat; kedua: masing-masing empat rakaat"
itu 8 rakaat pd kalimat tsb maksudnya yg dua shalat sekaligus dalam satu waktu itu kan gan? (contoh: mengerjakan shalat maghrib-isya di waktu maghrib)

ikhtilafnya terjadi pada pembagian waktunya bukan penggabungannya, apalagi digabungkan dalam 1 sholat -_-'

dalam riwayat ahlusuunnah contoh di kitab al mishbah banyak mengutip bahwa rasul saw pernah menjama' sholat nya dalam keadaan yang normal (maksudnya tidak ada kejadian apa")

Offline

#8 24th July 2012 13:08

ali
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 178

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

"Jamal : Ya, kalau digabungkan Zhuhur dan Asar, berarti hanya ada dua kemungkinan, pertama; shalatnya 8 rakaat; kedua: masing-masing empat rakaat"
itu 8 rakaat pd kalimat tsb maksudnya yg dua shalat sekaligus dalam satu waktu itu kan gan? (contoh: mengerjakan shalat maghrib-isya di waktu maghrib)

ohh yang itu  hmm
si Jamal hanya mengungkapkan pengandaian aja, bukan kenyataan. Coba diperhatikan lagi percakapan sebelumnya.

Offline

#9 27th July 2012 10:05

Melechesh
Member
Registered: 28th June 2012
Posts: 25

Re: Dialog Ringan

syukron, terima kasih atas penjelasan saudara2 sekalian.
maaf merepotkan, hehe  smile
susah menemukan tempat bertanya dan belajar di tempat saya ini mengenai shia, itupun jg hrs hati2 agar tidak "salah" org.
kalau mau pun itu sangat jauh dari tempat saya utk mempelajari buku/literatur shia, spt di ICC Pejaten, adakah dari antum sekalian yg pernah berkunjung?.
adakah disana buku-buku syiah yg dapat saya pinjam/beli utk dipelajari?.
saya usahakan jika ada waktu utk pergi kesana

Last edited by Melechesh (27th July 2012 10:05)

Offline

#10 27th July 2012 11:16

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

syukron, terima kasih atas penjelasan saudara2 sekalian.
maaf merepotkan, hehe  smile
susah menemukan tempat bertanya dan belajar di tempat saya ini mengenai shia, itupun jg hrs hati2 agar tidak "salah" org.
kalau mau pun itu sangat jauh dari tempat saya utk mempelajari buku/literatur shia, spt di ICC Pejaten, adakah dari antum sekalian yg pernah berkunjung?.
adakah disana buku-buku syiah yg dapat saya pinjam/beli utk dipelajari?.
saya usahakan jika ada waktu utk pergi kesana

Anda bisa memesan buku2 syiah melalui orang2 FB...

misal : http://www.facebook.com/tokobuku.ahlulbait

Offline

#11 7th August 2012 11:50

ali
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 178

Re: Dialog Ringan

Melechesh wrote:

auh dari tempat saya utk mempelajari buku/literatur shia, spt di ICC Pejaten, adakah dari antum sekalian yg pernah berkunjung?.

Melechesh wrote:

syukron, terima kasih atas penjelasan saudara2 sekalian.
maaf merepotkan, hehe  smile
susah menemukan tempat bertanya dan belajar di tempat saya ini mengenai shia, itupun jg hrs hati2 agar tidak "salah" org.
kalau mau pun itu sangat jauh dari tempat saya utk mempelajari buku/literatur shia, spt di ICC Pejaten, adakah dari antum sekalian yg pernah berkunjung?.
adakah disana buku-buku syiah yg dapat saya pinjam/beli utk dipelajari?.
saya usahakan jika ada waktu utk pergi kesana

http://al-islam.org/

Offline

#12 9th August 2012 02:29

Penganten Mercon
Member
Registered: 9th August 2012
Posts: 5
Website

Re: Dialog Ringan

salam kenal semua  smile  di tunggu kehadirannya di zona mercon http://www.facebook.com/penganten.mercon/info


PANDUAN BELAJAR SYIAH FULL VERSI  arrow.gif horse.gif[[ click.gif ]]horse.gif

Offline

#13 10th August 2012 18:39

muhammad.sampurna
Member
Registered: 10th August 2012
Posts: 5

Re: Dialog Ringan

Jamal : Lho, semua nikah berjangka.  mad mad

nikah, :jangkanya d tentukan allah.      Allah Berfirman : yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS .Al-Furqan ayat 2).


nikah mut'ah  :jangkanya d tentukan oleh perseorangan.    hmm

Offline

#14 10th August 2012 18:57

muhammad.sampurna
Member
Registered: 10th August 2012
Posts: 5

Re: Dialog Ringan

Jamal : Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan sebuah riwayat bahwa ayat pengharaman mabuk saat shalat turun karena Ali bin Abi Thalib sedang shalat dalam keadaan mabuk.
entah benar apa tidak... !!! sad sad sad sad

seandainya saya jadi manusia yang pertama yang d tegur, ingatkan, oleh ALLAH dalam al-qur'an kerana mabuk waktu sholat... subhanallah
bagi saya sungguh tuhan mencintai saya.......

bagai mana dengan anda2....... smile  smile  smile

Offline

#15 11th August 2012 11:42

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Dialog Ringan

muhammad.sampurna wrote:

Jamal : Lho, semua nikah berjangka.  mad mad

nikah, :jangkanya d tentukan allah.      Allah Berfirman : yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS .Al-Furqan ayat 2).

nikah mut'ah  :jangkanya d tentukan oleh perseorangan.    hmm

Berarti ketika nikah biasa terjadi perceraian maka itu juga ditentukan oleh Allah? .. smile

Padahal Allah SWT berfirman tidak menyukai yg namanya perceraian... smile

tanya kenapa?


muhammad.sampurna wrote:

Jamal : Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan sebuah riwayat bahwa ayat pengharaman mabuk saat shalat turun karena Ali bin Abi Thalib sedang shalat dalam keadaan mabuk.
entah benar apa tidak... !!! sad sad sad sad

seandainya saya jadi manusia yang pertama yang d tegur, ingatkan, oleh ALLAH dalam al-qur'an kerana mabuk waktu sholat... subhanallah
bagi saya sungguh tuhan mencintai saya.......

bagai mana dengan anda2....... smile  smile  smile

إِنَّمَا وَلِيُّكُم اللهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

“Sesungguhnya tiada lain pemimpin kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang menegakkan shalat dan menunaikan zakat ketika sedang ruku’.”(al Maidah:55)

Para ulama sepakat bahwa ayat ini turun ketika Imam Ali (as) bersedekah, memberikan cicinnya kepada peminta-minta saat beliau sedang ruku’ dalam shalat.

Silahkan rujuk kitab-kitab tafsir berikut:
1. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 2, halaman 293.
2. Fathhul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 2, halaman 53.
3. Al-Kasysyaf, Zamakhsyari, jilid 1, halaman 649.
4. Tafsir Al-Munir, Al-Jawi, jilid 1, halaman 210.
5. Fathhul Bayan, jilid 3, halaman 51.
6. Zadul Masir fi ilm At-Tafsir, Ibnu Jauzi, jilid 2, halaman 383.
7. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 12, halaman 26 dan 20.
8. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2, halaman 71.
9. Ahkamul Qur’an, Al-Jashshash, jilid 4, halaman 102.
10. Tafsir An-Nasafi, jilid 1, halaman 289.
11. Kanzul Ummal, jilid 45, halaman 146, hadis ke 416.
12. Tafsir Jalayn, halaman 213.

Jangan asal memfitnah tanpa dalil yg jelas...

Offline

#16 11th August 2012 17:23

muhammad.sampurna
Member
Registered: 10th August 2012
Posts: 5

Re: Dialog Ringan

Berarti ketika nikah biasa terjadi perceraian maka itu juga ditentukan oleh Allah? .. smile

Padahal Allah SWT berfirman tidak menyukai yg namanya perceraian... smile

tanya kenapa?


segala sesuatu d tentukan allah.

tunjukan ayat yang menunjukan allah tidak menyukai perceraian....?

Offline

#17 11th August 2012 17:38

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Dialog Ringan

muhammad.sampurna wrote:

segala sesuatu d tentukan allah.

Kalau anda bilang begitu berarti mut'ah juga ditentukan oleh Allah SWT smile ... sebab mut'ah termasuk dari 'segala sesuatu'...

muhammad.sampurna wrote:

tunjukan ayat yang menunjukan allah tidak menyukai perceraian....?

“Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 226-227)

Terhadap tindakan rujuk mereka, Allah berfirman:

“Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 226)

Yakni Allah mengampuni mereka (yang rujuk kembali kepada istri mereka) dan merahmati mereka. Sedangkan terhadap niat mereka untuk melakukan perceraian, Allah berfirman:

“Maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 227)

Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak menyukai di antara mereka ada yang berniat melakukan perceraian.

Dari Hadis :

“Sesungguhnya perbuatan mubah tapi dibenci Allah adalah talak (cerai )”. (al hadits)

- “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian. ” (al hadits)

dll smile

Offline

#18 11th August 2012 17:49

muhammad.sampurna
Member
Registered: 10th August 2012
Posts: 5

Re: Dialog Ringan

gak konect mas bro.....

bagi si Jamal  : Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan sebuah riwayat bahwa ayat pengharaman mabuk saat shalat turun karena Ali bin Abi Thalib sedang shalat dalam keadaan mabuk. Telah menceritakan kepada kami Musaddad yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Atha’ bin As Saaib dari Abu Abdurrahman As Sulami dari ‘Aliy bin Abi Thalib “bahwa ada seorang laki-laki dari golongan Anshar memanggilnya dan Abdurrahman bin ‘Auf kemudian ia memberi mereka khamar sebelum diharamkan. Kemudian Ali mengimami mereka dalam shalat maghrib dan membaca “qul yaa ayyuhal kaafiruun” dan ia pun salah dalam     
membacanya. Maka turunlah ayat “janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan” [Sunan Abu Dawud 2/350 no 3671]
(entah benar atou tidak)

bagi saya : kepada siapapun  turunnya ayat qomer(d figurkan (khalifah)), bukan lah aib atau hinan'an.

tetapi   :

seandainya saya jadi manusia yang pertama yang d tegur, ingatkan, oleh ALLAH dalam al-qur'an kerana mabuk waktu sholat... subhanallah
bagi saya sungguh tuhan mencintai saya.......

bagai mana dengan anda2....... smile  smile  smile

Offline

#19 19th August 2012 14:25

cjik
Member
Registered: 8th May 2012
Posts: 32

Re: Dialog Ringan

Fatimah wrote:

[*]Waktu Shalat Subuh mulai terbitnya fajar sidik sampai terbenamnya matahir.[/*]

jadi sholat subuh bisa dikerjakan di waktu zuhur atau ashar ? hmm

Offline

#20 20th August 2012 08:25

moe
Administrator
Registered: 6th May 2012
Posts: 353

Re: Dialog Ringan

cjik wrote:
Fatimah wrote:

[*]Waktu Shalat Subuh mulai terbitnya fajar sidik sampai terbenamnya matahir.[/*]

jadi sholat subuh bisa dikerjakan di waktu zuhur atau ashar ? hmm

Salah tulis tuh... terbitnya maksudnya...

Offline

Board footer